Lagi...

Kalau dilihat sekali lagi, sepertinya tak ada lagi sisi baik yang kau dapatkan di hatinya. Semuanya babak belur dihantam dunia. 

Sesekali ia seka air mata dan mengatakan pada dirinya bahwa "aku baik baik saja", tapi matanya yang sayu tak pernah bisa berbohong bahwa ia membutuhkan pelukan dari seorang yang tulus

Berkali-kali. Ia bertanya pada dirinya sendiri, "bisakah kita lanjutkan ini? atau haruskah kita mengakhiri hidup saja? tak adakah yang bisa mencintai kita?"

Bertukar lelaki yang datang ia terima hanya karena rasa sepi yang tak kunjung hilang. Ia lelah, namun ia terlalu butuh perhatian itu. Perempuan bodoh memang. Pada akhirnya dia akan ditinggalkan juga. 

Sekarang ia sangat lelah dan memilih untuk berhenti dan menganggap bahwa memang tak ada yang bisa mencintainya. Ia menyerah. Namun ia tetap ingin percaya nanti ada seseorang yang bisa menerima dan mencintainya dengan tulus.

Kalau kata Raisa "Tak akan jera kupercaya cinta, manis dan pahitnya kan kuterima" wkwkw


Komentar