Wanita jalang
Setelah putus dari hubungan toxic yang ia jalani 2 tahun lamanya, wanita itu pun memutuskan untuk kembali membuka hati agar hilang sedikit demi sedikit rasa trauma yg ia punya.
Satu persatu lelaki mendekatinya, bertukar setiap bulan, ia pantas dipanggil jalang. Tak ada yg bisa menyentuh hatinya. Tidak, jelas ada yg menyentuh hatinya.
Lelaki pertama, 5 bulan dekat. Berusaha komitmen menjaga perasaan sang lelaki. Pada akhirnya? Lelaki itu menghilang bak hantu. Sakit? Oh tentu. Wanita ini sangat benci fase patah hati.
Akhirnya dia percaya bahwa memang tak ada lelaki yang patut dipercaya. Namun, ia tetap kukuh mencoba untuk mendapatkan lelaki yg bisa obati lukanya yg berantakan.
5-6-7-8 lelaki habis tak ada yg bisa bertahan. Saat ia suka, cowonya gasuka. Saat cowo suka dia, dia malah ga suka. Saat keduanya saling suka, jaraknya jauh bukan main.
Satu tahun berjalan seperti bajingan. Terlalu banyak lelaki, tapi tak menentu. Tak jelas. Menangis. Tertawa. Gila. Hilang. Ramah. Cuek. Semua ia rasakan. Ia bajingan wanita yg harusnya tak usah ada di bumi.
Sekarang ia lelah. Ditimpa perasaan-perasaan sakit. Belum sembuh luka yang satu, lelaki lain sudah berlomba memberikan luka baru. Siklus sampah.
Mulut wanita ini dipenuhi sumpah serapah tak berguna. Kalimat kotor bukan hal yang tabu baginya. Harga diri hancur berantakan karena lelaki buaya. Hidupnya tak ada harga, lagi. Sampah lebih baik dari garis hidupnya. Ia gila.
Sekarang ia tak bisa jatuh cinta lagi. Mati rasa kata orang. 10 lelaki datang, ia tanggapi. 10 lelaki menelpon ia angkat. Tapi tak ada yg memebekas. Wanita gila.
Ia hancur berantakan sendirian. Tak ada yg tau. Satupun manusia. Perasaannya tertinggal di hati lelaki-lelaki yang pernah mendekatinya. Sampai-sampai sekarang jika ada lelaki datang, ia tak bisa suka lagi. Perasaannya telah habis.
Komentar
Posting Komentar