Kosong :)

Tepat setahun sejak ucapan perpisahan itu terucap, hari-hari yang kulewati ternyata tak seburuk yang kupikirkan dulu. Hidup tanpa lelaki yang kucinta bukan hal yang buruk, melepaskannya justru membuat kesehatan mentalku kian membaik.

Tapi, satu yang kusadari. Hatiku tak sembuh seutuhnya. Ada luka-luka yang bahkan belum kering dan sekarang kutambah dengan luka yang baru.

Yaa, aku mencoba untuk kembali jatuh cinta pada orang lain. Dengan perasaan yang seutuhnya seperti yang kulakukan dulu. And then? Kembali luka itu mekar berkembang bak mawar yang dirawat setiap hari.

Sekarang masalah kepercayaan kian menjadi. Siapapun yang datang akan selalu menimbulkan tanya "Seriuskah diaa?", menimbulkan prasangka "Pasti akhirnya disakitin lagi". Tak ada lagi waras yang kutemui. Lelah menjadi rajanya sekarang. Tangis menjadi teman. Hati menjadi batu. Kosong. 

Komentar